The International Tourism Studies Association (ITSA) 2020 digelar secara virtual di Jakarta. Universitas Pancasila berkesempatan menjadi panitia penyelenggara konferensi Biennial ITSA ke-8 yang diikuti 16 negara dari lima benua tersebut.

Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Hendratno, SH., M.Si., mengatakan pihak Yayasan mendorong penuh kegiatan tersebut karena salah satu keunggulan Indonesia adalah sektor pariwisata. Menurutnya, sektor pariwisata ke depan akan semakin maju dan mendatangkan banyak devisa negara.

“Konferensi pariwisata tingkat Internasional tadinya direncanakan secara offline namun karena pandemi COVID-19 maka diadakan secara daring,” kata Rektor Universitas Pancasila Prof. Wahono Sumaryono saat menghadiri konferensi ini.

Konferensi ITSA 2020 dibuka oleh wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. Konferensi format hybrid (on site dan online) ini mengundang 86 makalah dari 180 penulis dan diselenggarakan di hotel JS Luwansa Jakarta 02 Desember 2020.

ITSA merupakan wadah bertukar pikiran dan praktik penelitian di bidang pariwisata. ITSA untuk kedua kalinya diadakan di Indonesia tujuannya memberikan kesempatan untuk mempertemukan dan mengembangkan jaringan dengan akademisi dan peneliti dari seluruh dunia.

Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila ditunjuk sebagai penyelenggara mewakili Indonesia dan co-host dari James Cook University Singapore. Konferensi ITSA mengangkat tema mengenai Culture, People, Technology, & City Tourism.